Menko Airlangga Kabarkan Ketertarikan JBIC untuk Investasi di Bidang Pangan



Suara.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan pertemuan dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru, Nobumitsu Hayashi di Tokyo, Jepang.

Dalam kesempatan tersebut selain membicarakan berbagai proyek JBIC yang ada di Indonesia, Menko Airlangga juga mengajak (JBIC) untuk mendorong investasi di sektor lain yang potensial di Indonesia, diantaranya sektor kesehatan (medical) dan pangan (food) yang dinilai potensial sejak masa pandemi dan krisis global.

Menko Airlangga mengingatkan, sejalan dengan terjadinya krisis global yang salah satunya di bidang pangan dan pupuk, maka dia pun mengundang JBIC untuk membiayai.

“JBIC sangat mendukung tawaran investasi di bidang pangan dan pupuk, seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk, kebutuhan pangan juga akan terus meningkat. Namun, pangan dan pupuk ini memerlukan supply chain yang baik. JBIC akan sangat mendukung investasi baru di pangan dan pupuk,” kata Gubernur Hayashi.

Baca Juga:
Simulasi Pilpres 2024: Duet Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno Kalahkan Pasangan Lain

Untuk sektor kesehatan, Menko Airlangga menjelaskan, Indonesia telah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur Bali.

“Di KEK boleh melakukan penelitian clinical-trial dan memungkinkan Dokter Asing untuk bisa praktek,” kata Airlangga.

Pertemuan selama hampir 2 jam itu berlangsung dengan pembahasan yang lebih fokus kepada berbagai proyek JBIC yang ada di Indonesia. Mengawali pertemuan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa JBIC berperan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia sebagai sumber pendanaan maupun penasihat dalam berbagai proyek infrastruktur.

JBIC setiap tahun membuat survei atas perusahaan manufaktur Jepang yang melakukan bisnis di luar Jepang (Survey on Overseas Business Operations by Japanese Manufacturing Companies). Seperti kita ketahui pada survei tahun 2021, dari Daftar “Promising Countries for Overseas Business”, Indonesia masih di peringkat ke-6 atau di bawah Vietnam dan Thailand.

“Indonesia ingin lebih tinggi dari Vietnam dan Thailand, inilah alasan utama kenapa kami menemui JBIC di Tokyo,” ungkap Menko Airlangga.

Baca Juga:
Usaha Belum Pulih, Relaksasi Kredit UMKM Bakal Diperpanjang

JBIC memiliki spesialisasi yang salah satunya adalah pembiayaan di sektor energi.





Sumber : Suara.COM

Join The Discussion

Compare listings

Compare