5 Perusahaan Dapat Cuan dari Program Kompor Induksi, Konglomerat Ikut Kecipratan



Suara.com – Pemerintah berencana mengganti kompor gas LPG menjadi kompor induksi. Rencana itu tentunya membuat produsen kompor listrik makin kaya. Salah satu produsen kompor listrik yang terkenal adalah PT Hartono Istana Teknologi atau akrab dikenal Polytron.

Bukan hanya Polytron, ada produsen kompor listrik lain yang akan diuntungkan jika rencana pemerintah itu terealisasi. Apalagi kini distribusi gas melon bersubsidi 3 kilo sudah mulai dibatasi.  Yuk simak perusahaan yang dapat cuan dari program kompor induksi berikut ini.

1. PT Hartono Istana Teknologi

PT Hartono Istana Teknologi atau dikenal sebagai Polytron merupakan perusahaan milik orang terkaya di Indonesia yakni Hartono bersaudara. Hingga saat ini Robert Budi Hartono dan Michael Hartono masih menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia.

Baca Juga:
Wakili Emak-Emak, Mulan Jameela Kritik Program Kompor Induksi: Masakan Indonesia Beda

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengungkap ada 5 perusahaan yang menyatakan minat untuk memproduksi kompor induksi dengan kapasitas 300 ribu hingga 1,2 juta per tahun termasuk Polytron. Disebutkan bahwa PT Hartono Istana Teknologi akan memproduksi 1 juta perangkat kompor induksi.

2.  PT Adyawinsa Electrical and Power 

PT Adyawinsa Electrical and Power merupakan salah satu anak cabang dari perusahaan Adyawinsa Group yang berfokus pada instalasi dan perbaikan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan. Taufik menyebut perusahaan ini akan memproduksi 1,2 juta perangkat kompor listrik.

3. PT Maspion Elektronik

PT Maspion Elektronik Maspion Electronics adalah produsen peralatan elektronik rumah tangga yang menawarkan beragam pilihan produk. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen perkakas yang cukup besar di Indonesia. Dengan rencana pemerintah tersebut, PT Maspion Elektronik  akan memproduksi 300 ribu perangkat kompor listrik.

Baca Juga:
HORE! Jika Diduga Korupsi, Buruan Kembalikan Kerugian Negara: Kasus Tak Berlanjut

4. PT Selaras Citra Nusantara Persada





Sumber : Suara.COM

Join The Discussion

Compare listings

Compare